By: Hilal H. Nuha
Posted on: 08 Jul 2025
Content:
Bill Gates, Steve Jobs, dan Mark Zuckenberg dropped out (DO) dari kuliah tapi bisa jadi orang sukses. Kakek saya merokok tapi masih sehat sampai umur 95 tahun. Pernyataan-pernyataan tersebut adalah contoh dari survivorship bias. Survivorship bias adalah persepsi dari pengamat yang hanya mengambil kesimpulan dari sampel yang muncul ke permukaan (survive).
Ilustrasi [1] yang sering muncul adalah gambar pola tembakan pada pesawat tempur di perang dunia II. Pesawat-pesawat yang kembali ke pangkalan rata-rata mepunyai pola tembakan peluru yang posisi-posisi di gambar tersebut. Sehingga para montir pesawat cenderung mengambil kesimpulan bahwa bagian yang terkena tembakan tersebut adalah bagian yang harus diperkuat karena sering terkena tembakan musuh. Padahal, kesimpulan lain yang harusnya diambil adalah, pesawat-pesawat yang gagal kembali adalah pesawat yang terkena tembakan di luar posisi tersebut karena jika posisi-posisi tersebut terkena tembakan, pesawat tidak bisa melanjutkan penerbangan.
Jadi, mungkin saja ada jutaan DO yang gagal dalam pekerjaan/bisnis sehingga tidak jadi muncul ke permukaan karena tidak terkenal. Begitu juga, bisa jadi ada jutaan perokok yang mati muda, sehingga tidak bisa memberikan testimoni sehatnya merokok hingga usia tua. Begitu juga quote-quote kutipan orang-orang sukses seperti Elon Musk:
"Don't confuse schooling with education, I didn't go to Harvard, but the people that work for me did,"
bisa masuk pada bias tersebut.
Referensi:
[1] Srull, Donald W., D. Jerry Wallick, and Bruce J. Kaplan. Battle damage repair: an effective force multiplier. No. LMIIR105R1. 1991.
Figure 1. Persepsi Masyarakat dan Survivorship Bias
To cite this article, use the following format:
Hilal H. Nuha. (2025). Persepsi Masyarakat dan Survivorship Bias. Web Journal. Available from: https://citilabs.telkomuniversity.ac.id//user/view_post.php?id=8. Access Date: 29 Mar 2026.