Sistem Otomatisasi Kipas Angin Air Coller Berbasis IoT Bedasarkan Suhu [DEC]
Abstract
Indonesia seringkali memiliki suhu udara yang tinggi karena negara ini terletak di daerah tropis. Hal ini dapat membuat ruangan terasa kurang nyaman. Kipas angin biasa sering digunakan untuk mendinginkan udara. Namun, kipas ini tidak efektif saat suhu udara melebihi 32°C. Saat suhu tinggi, kipas angin hanya mengalirkan udara tanpa memberikan efek pendinginan yang jelas. Sebagai opsi lain, penggunaan air cooler secara manual memerlukan perhatian dan pengaturan berulang dari pengguna. Hal ini cenderung tidak efisien dan dapat menyebabkan pemborosan energi. Penelitian ini ingin membuat sistem otomatisasi menggunakan Internet of Things (IoT) yang dapat mengatur kipas angin dan air cooler saat suhu ruangan berubah.
Sistem ini pakai sensor suhu untuk deteksi suhu ruangan juga mikrokontroler ESP32 untuk kontrolnya, dan platform IoT untuk pantau dan kendalikan perangkat dari jarak jauh. Kipas angin akan menyala jika suhu kurang dari 32°C, sementara air cooler akan menyala jika suhu lebih dari 32°C. Pengujian menunjukkan sistem dapat menjaga suhu ruangan secara otomatis tanpa intervensi manual, dan mengurangi konsumsi energi dengan mengoperasikan pendingin hanya saat diperlukan. Penelitian ini bisa jadi solusi untuk membuat ruangan lebih sejuk di negara tropis, sehingga lebih nyaman dan hemat energi saat menggunakan AC.