Implementasi Arsitektur Multi-Tenant Menggunakan Next.js, Supabase, dan Prisma untuk Platform Direct Booking di Industri Pariwisata Bali [NTT]
Keywords:
direct booking, arsitektur multi tenan, umkm pariwisata, online travel agency, next js, supabase, design thinking, agile developmentAbstract
Sektor pariwisata Bali, meskipun menjadi penopang ekonomi utama, menghadapi tantangan signifikan akibat dominasi Online Travel Agency (OTA). Penyedia layanan independen, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terbebani oleh komisi tinggi yang mencapai 15-30%, kehilangan akses vital terhadap data pelanggan, dan mengalami keterbatasan otonomi bisnis. Kondisi ini diperparah oleh ketiadaan solusi teknologi pemesanan langsung (direct booking) yang terjangkau dan dapat diskalakan, menciptakan kesenjangan antara solusi komersial yang mahal dan pengembangan kustom yang tidak praktis bagi UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, dan memvalidasi sebuah platform booking engine dengan arsitektur multi-tenant sebagai solusi alternatif yang efektif dari segi biaya dan skalabel untuk layanan terintegrasi seperti fastboat, beach club, dan paket wisata. Mengadopsi kerangka kerja hibrida yang mengintegrasikan Design Thinking untuk rekayasa kebutuhan yang empatik dengan metodologi Agile untuk pengembangan iteratif, platform ini dibangun menggunakan tumpukan teknologi modern: Next.js untuk frontend yang dioptimalkan bagi SEO, Supabase sebagai Backend-as-a-Service (BaaS), dan Prisma sebagai ORM untuk manajemen basis data. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kinerja teknis (waktu muat, skalabilitas beban) dan pengujian penerimaan pengguna dengan metode System Usability Scale (SUS). Hasil yang diharapkan adalah sebuah platform yang tervalidasi secara teknis dan fungsional, yang mampu memberdayakan UMKM pariwisata di Bali untuk meningkatkan pemesanan langsung, mengurangi ketergantungan pada OTA, dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas serta kedaulatan atas data mereka sendiri.